10 Jurusan Paling Mudah Dapat Pekerjaan

10 Jurusan Paling Mudah Dapat Pekerjaan

Mau Kuliah di Inggris? Ini 10 Jurusan Paling Mudah Dapat Pekerjaan
LENTERA MUDA. Ada banyak faktor seseorang mudah memperoleh pekerjaan setelah lulus dari perguruan tinggi, bisa faktor kemampuan pribadi atau faktor lain di luar diri sendiri. Kesesuaian latar belakang pendidikan Anda dengan tren karier yang berkembang belakangan juga bisa memengaruhi. Menurut survei yang dilakukan oleh Higher Education Statistics Agency di Inggris, seperti dikutip dari Telegraph, ada 10 jurusan yang alumninya paling mudah memperoleh pekerjaan. Apa saja?
10. Fisika
Sekitar 89,9 persen dari seluruh sarjana Ilmu Fisika di rentang waktu 2010-2011 menemukan pekerjaan atau melanjutkan studi mereka paling lambat 6 bulan setelah lulus.
9. Matematika
Para lulusan Matematika terkenal banyak dicari di lapangan pekerjaan. Menurut survei ini, sebanyak 89,9 persen alumni jurusan Matematika yang lulus tahun 2010/2011 juga sudah mendapatkan pekerjaan atau melanjutkan studi paling tidak 6 bulan setelah lulus.
8. Sejarah dan Filsafat
Kehadiran dua jurusan ini dinilai mengejutkan. Pasalnya, sekitar 90,1 persen lulusannya juga telah menemukan pekerjaan atau meneruskan studi ke jenjang yang lebih tinggi hanya dalam 6 bulan. Mereka kerap menyingkirkan pencari kerja lainnya dalam lapangan kerja umum, bahkan yang berasal dari jurusan Teknik, Arsitektur, dan Ilmu Komputer.
7. Bahasa
Kemampuan untuk berbicara dalam bahasa asing merupakan kemampuan yang sangat berharga dalam bursa lapangan kerja dewasa ini. Pada rentang waktu 2010/2011, sekitar 90,3 persen lulusan Bahasa bekerja sesaat setelah lulus.
6. Biologi
Belajar Biologi tentu saja tak selalu harus di lapangan. Banyak bidang pekerjaan yang bisa dimasuki oleh lulusan jurusan ini, apalagi yang terkait bioteknologi dan industri terkait yang kini tengah booming. Tercatat, sekitar 90,9 persen sarjananya segera memperoleh pekerjaan atau melanjutkan studi setelah lulus.
5. Pertanian dan jurusan lain yang terkait
Pertanian sering dianggap kurang elite dalam pendidikan tinggi. Namun, dewasa ini, pertanian dan bidang lain yang terkait memiliki lapangan kerja yang luas dan ilmu yang berguna secara langsung. Setidaknya, sekitar 91,3 persen sarjana yang lulus pada tahun 2010/2011 menemukan bekerja hanya dalam enam bulan setelah lulus.
4. Hukum
Jika hanya diberi satu pilihan jurusan yang dijamin lulusannya bakal cepatbekerja dengan gaji yang sesuai pula, pastilah itu jurusan Hukum. Sudah bukan rahasia lagi, para alumni lulusan ini mudah mencari kerja. Menurut survei, 91,9 persen lulusan Hukum di tahun 2010/2011 langsung bekerja setelah lulus.
3. Jurusan terkait obat-obatan
Lapangan pekerjaan jurusan yang terkait obat-obatan sangat luas, salah satunya saja biomedis serta neurologi. Sekitar 94 persen alumni jurusan ini cepat memperoleh pekerjaan setelah lulus.
2. Pendidikan
Dengan pendidikan di tempat kedua, survei ini makin menunjukkan kebutuhan yang besar akan guru. Menurut survei, sekitar 94,8 persen alumninya langsung bekerja sesaat setelah lulus dari perguruan tinggi.
1. Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Kedokteran Hewan
Para lulusan dari jurusan ini memang dikenal cepat memperoleh pekerjaanbegitu lulus. Survei menunjukkan sekitar 99,4 persen para lulusan kedokteran mendapatkan pekerjaan atau melanjutkan studi paling tidak 6 bulan setelah lulus.

Source : Tribunnews

Tips Memilih Jurusan yang Benar


LENTERAMUDA. Ketika kamu sedang duduk di akhir masa SMA alias kelas 12, past kamu pernah membayangkan kehidupan seluk beluk anak perkuliahan, atau biasa disebut Mahasiswa. Ya menurutmu menjadi mahasiswa itu menyenangkan, tidak seperti sekolah-sekolah sebelumnya. Yaps memang bener dunia perkuliahan lebih menyenangkan jika dibanding dengan dunia sekolah sebelum-sebelumnya.
Kuliah akan terasa ringan dan menyenangkan jika pilihat jurusan yang kita pilih sangat tepat. Sebalknya jika kamu memilih jurusan yang tidak tepat, maka siap-siaplah masa kuliahmu akan teraasa berat dan membosankan, tapi ada juga yang awalnya merasa tersesat lama kelamaan terasa betah dan cocok dengan jurusan yang dipilihnya.
Bagi mahasiswa Universitas Petra Surabaya, Beatha Anandika, dalam menentukan jurusan kuliah, ada baiknya memutuskan berdasarkan passion yang kita miliki.
"Dengan passion, kita bisa tahu profesi apa yang ingin dijalani nantinya sehingga pilihan jurusan kuliah pun bisa disesuaikan," ungkapnya saat dihubungi Okezone, belum lama ini.
Dalam memilih jurusan kuliah, kita juga pantang mengikuti langkah teman kita. Pasalnya, banyak calon mahasiswa mengikuti pilihan teman mereka.
"Jangan ikut-ikutan teman mau ambil jurusan apa. Karena kan setiap orang beda-beda passion-nya. Kita juga perlu untuk membuat rencana per tahun, supaya yang dijalani bisa terstruktur dan dapat diukur," ujarnya.
Passion juga menjadi kunci Alif Quita Nopianti dalam memilih jurusan kuliah. Menurut mahasiswa London School Public Relation itu, kita sebaiknya tidak terpaku dengan lapangan pekerjaan yang saat ini banyak diminati. Misalnya, saat ini perusahaan IT sedang booming, maka kita memaksakan diri untuk ambil jurusan IT.
Alif, sapaan akrabnya, juga tidak setuju bila beberapa jurusan tertentu dianggap tidak laku  dalam dunia kerja. Dia mengaggap, tidak mungkin suatu jurusan kuliah diadakan bila nantinya tidak bisa membawa seseorang menjadi sukses.
"Hal terpenting adalah passion kita sendiri. Lowongan kerja kan bisa juga kita ciptakan, belum lagi sekarang zamannya bekerja lintas jurusan," pungkasnya

Bagaimana tipsnya kerenkan? So, jangan terburu-buru dalam memilih jurusan kuliah, karena pilihan tersebut akan menentukan perkuliahan kamu mendatang.
Modal Akademis Tak Cukup untuk Fresh Graduate

Modal Akademis Tak Cukup untuk Fresh Graduate

Foto: Ilustrasi (Shutterstock)
LENTERA MUDA. Untuk bisa bersaing secara global, fresh graduate tidak boleh hanya bergantung pada modal akademis. Pasalnya, persaingan dunia kerja kini lebih menekankan pada kemampuan para lulusan perguruan tinggi.
Direktur Politeknik Negeri Jakarta, Abdillah menuturkan, fresh graduate sangat membutuhkan berbagai keterampilan (skill) selain keunggulan akademis.
"Diakui atau tidak, kebutuhan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan itu sangat diperlukan. Dan standar politeknik sesuai dengan kebutuhan dalam menghadapi MEA itu," ujar Abdillah, di Kemristekdikti, Jakarta, belum lama ini.
Abdillah menilai, pendidikan vokasi bisa menjadi salah satu jawaban untuk menghasilkan lulusan yang kompeten. Apalagi, lulusan vokasi biasanya sudah mengantongi sertifikat keahlian pada bidang yang mereka tekuni.
"Anak-anak lulusan kami nanti tidak hanya mendapatkan ijazah, tapi mereka juga akan mendapatkan sertifikasi profesional. Seperti yang disampaikan Menristekdikti, kami memiliki lembaga sertifikasi profesi," imbuhnya.
Pria yang sudah dua kali memimpin PNJ itu mengklaim, kampus yang dipimpinnya berada di peringkat 49 dari 3.320 perguruan tinggi di Indoesia. Di kelompok politeknik, kata Abdillah, PNJ berada di urutan kedua. Abdillah berharap, dalam lima tahun ke depan kampusnya bisa semakin naik di regional Asia sehingga bisa menunjukkan eksistensi sebagai salah satu politeknik unggulan di Indonesia.
"Dalam lima tahun ke depan kami ingin berada di kelas Asia sebagai perguruan tinggi vokasi unggul," tandasnya

Source : Okezone
Mahasiswa UGM Wakili Indonesia di Deloitte Tax Challenge 2016

Mahasiswa UGM Wakili Indonesia di Deloitte Tax Challenge 2016

Mahasiswa UGM akan wakili Indonesia ke Malaysia dalam Deloitte Tax Challenge 2016. (Foto: Dok. UGM)
LENTERA MUDA. ASEAN Deloitte Tax Challenge kembali digelar. Setelah melewati kompetisi yang panjang di Jakarta, akhirnya mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil menjadi juara dalam individual category dan mewakili Indonesia ke Kuala Lumpur, Malaysia, pada 25–26 Februari di ajang Deloitte Tax Challenge 2016.
Juara tersebut diraih oleh Samuel Edwardo. Mahasiswa UGM angkatan 2013 tersebut akan menjadi wakil Indonesia di Negeri Jiran. Selain meraih juara I, UGM juga berhasil mendapat predikat runner-up II dalam team category. Mereka adalah Angela Yona, Johannes Juan, Achmad Masyhadul Amin, dan Karina Paramitha.
Deloitte Tax Challenge 2016 sendiri merupakan sebuah kompetensi pajak yang diselenggarakan di kantor akuntan publik terbesar. Selain itu, kompetensi ini juga dibagi menjadi dua katagori yakni secara individual dan tim.
"Kompetisi dimulai dengan seleksi dokumen (berkas). Peserta yang lulus dari seleksi berkas mendapat invitasi untuk berkompetisi secara langsung di Kantor Deloitte Indonesia pada 13 Januari 2016,” ungkap Ketua Departemen Akuntansi FEB UGM Mahfud Solihin, Ph.D, seperti dikutip dari laman resmi UGM, Rabu (10/2/2016).
Mahasiswa yang ikut berkompetisi berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, seperti Universitas Indonesia (UI), Binus, Unpad, sampai Universitas Brawijaya. Dalam kompetisi tersebut, mahasiswa dihadapkan pada kasus-kasus pajak di Indonesia serta internasional, kemudian mereka akan mengerjakannya selama tiga jam.
"Hasil pembahasan kasus itu selanjutnya dituangkan dalam bentuk Power Point dan paper. Setelah itu, peserta harus mempresentasikan analisis mereka selama 10 menit di hadapan tiga panelis yang merupakan partner dan director dari Deloitte Tax Solutions," ujarnya.
Mahfud menjelaskan, pada babak penyisihan akan diambil sebanyak empat peserta. Mereka berasal dari individual category serta lima team category.
“Dari babak penyisihan, diambil empat peserta dari individual category dan lima kelompok dari team category untuk melangkah ke babak final pada 3 Februari di Kantor Deloitte Indonesia, Jakarta,” imbuhnya.
Dengan keberhasilan mahasiswanya meraih gelar juara serta bisa mewakili Indonesia ke Malaysia, menunjukkan UGM memiliki departemen akuntansi terbaik di Indonesia.
“Ini membuktikan bahwa Departemen Akuntansi UGM merupakan yang terbaik di Indonesia, sehingga FEB UGM memang layak mendapat akreditasi AACSB (Association to Advance Collegiate Schools of Business),” tambahnya.

Source : Okezone
3 Alasan yang Membuat Nilai IPK itu Penting

3 Alasan yang Membuat Nilai IPK itu Penting

IPK yang tinggi juga dipertimbangkan perusahaan. (Foto: Dok. Okezone)
LENTERA MUDA. Saat mencari kandidat pegawai, ada banyak hal yang menjadi pertimbangan sebuah perusahaan. Hal utama adalah keterampilan soft skill yang dimiliki pelamar kerja. Sehingga, mendapatkan IPK tinggi bukan satu-satunya jalan yang bisa membuat seseorang berhasil mendapatkan pekerjaan impian.
Meski begitu, bukan berarti mendapatkan IPK tinggi akan sia-sia. Nyatanya, bisa lulus dengan predikat cumlaude dan IPK tinggi pasti akan membuat siapa pun bangga padamu.
Berikut ini alasan kenapa kamu harus tetap mengejar IPK tinggi selama kuliah untuk bekal kelulusanmu nanti.
Kesungguhan kuliah
IPK tinggi bisa menjadi indikator bila kamu telah menjalani kuliah dengan sungguh-sungguh. Karena tidak mungkin IPK tersebut bisa kamu raih tanpa bekerja keras selama kuliah.
Tetap dipertimbangkan perusahaan
Saat melamar kerja, perusahaan memang mencari kompetensi dan soft skill calon karyawan mereka. Namun nilai akademis juga menjadi salah satu hal yang tidak akan dilewatkan HRD dalam menyortir kandidatnya. Jadi, manfaatkan waktu kuliah dengan mengejar nilai IPK sebaik-baiknya.
Prestasi
Berhasil lulus dengan predikat cum laude mungkin menjadi impian setiap mahasiswa. Namun sayang tidak semua mahasiswa bisa mendapatkan kesempatan tersebut. Untuk kamu yang masih kuliah, kejarlah IPK dengan sebaik-baiknya. Predikat cumlaude yang pernah kamu raih juga menjadi salah satu prestasi yang akan dilirik perusahaan saat melamar kerja nanti.

Source : Okezone
Passing Grade UB (Universitas Brawijaya Malang) 2016

Passing Grade UB (Universitas Brawijaya Malang) 2016

Passing Grade Passing Grade Universitas Brawijaya Malang 2016 Passing Grade UB 2016 [Universitas Brawijaya] Malang
LENTERAMUDA.ID, Universitas Brawijaya adalah salah satu perguruan tinggi favorit bagi calon mahasiswa baru. Universitas Brawijaya sendiri terletak di kota Malang, Jawa Timur. Universitas Brawijaya ini biasa disebut dengan singkatan UB atau unibraw.
Apalagi akreditasi dari Universitas Brawijaya Malang mempunyai predikat A yang semakin menambah yakin bahwa ub merupakan salah satu PTN terfavorit di Indonesia. UB sendiri menerima mahasiswa baru melalu jalur SNMPTN (Undangan), SBMPTN (Jalur Tes), dan Seleksi Mandiri UB(selma ub).
Angka Passing grade UB 2016 tersebut belum tentu akurat, akan tetapi dapat dipergunakan dalam membandingkan jurusan dalam pendaftaran SNMPTN, SBMPTN, maupun Ujian Mandiri. Berikut ini merupakan Passing Grade Universitas Brawijaya 2016 yang perlu anda ketahui.
SAINTEK [Universitas Brawijaya] Malang
Fakultas Kedokteran UB (FK)


Pendidikan Dokter (55,67%)
Ilmu Keperawatan (37,80%)
Ilmu Keperawatan (Kelas Khusus)(36,00%)
Gizi Kesehatan / Ilmu Gizi (32,57%)
Kebidanan (32,03%)
Farmasi (31,53%)
Fakultas Teknik UB (FT)
Teknik Kimia  (44,50%)
Teknik Elektro  (43,10%)
Teknik Industri (40,33%)
Teknik Sipil  (39,43%)
Arsitektur  (34,47%)
Teknik Mesin  (35,67%)
Perencanaan Wilayah & Kota  (36,23%)
Teknik Pengairan  (30,20%)
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UB (FMIPA)
Statistika (39,17%)
Matematika (35,30%)
Instrumentasi (35,30%)
Fisika  (28,37%)
Geofisika (26,07%)
Kimia (33,40%)
Biologi (29,67%)
Fakultas Teknologi Pertanian UB(FTP)
Ilmu Dan Teknologi Pangan (35,10%)
Keteknikan Pertanian (34,57%)
Teknik Bioproses (21,23%)
Teknologi Industri Pertanian (30,47%)
Bioteknologi Pangan & Agroindustri (23,23%)
Teknik Sumberdaya Alam dan Lingkungan (23,03%)
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UB (FPIK)
Ilmu Kelautan (34,83%)
Teknologi Hasil Perikanan (28,60%)
Manajemen Sumberdaya Perairan (26,03%)
Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (25,63%)
Budidaya Perairan (24,33%)
Agrobisnis Perikanan (21,87%)
Fakultas Kedokteran Hewan UB (FKH)
Pendidikan Dokter Hewan (36,60%)
Fakultas Kedokteran Gigi UB (FKG)
Pendidikan Dokter Gigi (40,73%)
Fakultas Peternakan UB(FPt)
Peternakan (31,87%)
Fakultas Ilmu Komputer UB (FILKOM)
Teknik Komputer (44,47%)
Sistem Informasi (39,40%)
Teknik Informatika (39,80%)
Fakultas Pertanian UB (FP)
Agribisnis (29,90%)
Agroekoteknologi (24,90%)


SOSHUM [Universitas Brawijaya] Malang
Fakultas Ekonomi dan Bisnis UB (FEB)
Akuntansi (44,37%)
Manajemen (36,87%)
Keuangan dan Perbankan (36,63%)
Ekonomi Pembangunan (34,03%)
Ekonomi Islam (30,97%)
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UB (FISIP)
Ilmu Komunikasi (41,43%)
Psikologi (38,17%)
Hubungan Internasional (36,53%)
Ilmu Pemerintahan (32,87%)
Ilmu Politik (26,27%)
Sosiologi (31,83%)
Fakultas Ilmu Administrasi UB (FIA)
Ilmu Administrasi Publik (30,47%)
Ilmu Perpustakaan (28,60%)
Ilmu Administrasi Bisnis (32,20%)
Bisnis Internasional (33,33%)
Administrasi Pemerintahan (31,30%)
Administrasi Perpajakan (32,67%)
Pariwisata (25,73%)
Perencanaan Pembangunan (31,50%)
Fakultas Hukum UB (FH)
Ilmu Hukum (32,03%)
Fakultas Ilmu Budaya UB (FIB)
Sastra Inggris (33,87%)
Pendidikan Bahasa Inggris (33,33%)
Bahasa Dan Sastra Cina (32,87%)
Pendidikan Bahasa Jepang (32,67%)
Bahasa dan Sastra Perancis (31,50%)
Pendidikan Bhs & Sastra Indonesia (31,50%)
Antropologi Budaya (31,30%)
Seni Rupa Murni (30,97%)
Sastra Jepang (30,70%)
Passing grade belum tentu menentukan seseorang dapat diterima atu tidak disuatu jurusan di PTN. Begitu pula dari pihak UB sendiri tidak menentukan nilai passing grade secara resmi. Angka ini kemungkinan dapat berubah setiap tahun dipengaruhi oleh banyak peminat, daya tampung jurusan, akreditasi jurusan, dan faktor lainya.
Akan tetapi, passing grade ini dapat digunakan dalam menbandingkan memilih jurusan atau prodi di perguruan tinggi negeri. Sehingga kalian harus berjuang Semaksimal mungkin dalam pendaftaran SNMPTN, SBMPTN, dan Selma UB. Kalian dapat masuk jurusan  yang susah pun jika kalian punya kemauan keras untuk masuk ke jurusan tersebut.
Demikian informasi mengenai Passing Grade terbaru Universitas Brawijaya 2016 yang perlu kalian ketahui dan semoga informasi tersebut berguna untuk anda semua dan terima kasih.
Tips Menyelesaikan Tugas Akhir Tepat Waktu

Tips Menyelesaikan Tugas Akhir Tepat Waktu

Ilustrasi: Shutterstock
LENTERA MUDA. Setelah sukses mendapatkan ide dan judul tugas akhir (TA) disetujui kampus, saatnya berjuang mengerjakannya. Sayang, perjalanan ini tidak akan mulus dilalui. Bahkan, sering kali membuat mahasiswa gagal lulus tepat waktu.
Salah satu hambatan saat mengerjakan tugas akhir adalah rasa malas. Apalagi jika pekerjaan menumpuk dan banyak revisi yang harus diselesaikan. Rasanya beban pun kian banyak.
Namun, mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), Raesita Putri punya cara tersendiri dalam mengurangi beban saat mengerjakan TA-nya.
"Mulai sekarang, walaupun belum mulai bimbingan, saya sudah mulai mencicil ngetik materi TA. Biar cepat selesai," ungkapnya saat dihubungi Okezone, belum lama ini.
Rere, sapaan akrabnya, sudah menjalani magang sehingga data untuk bahan TA-nya pun sudah di tangan. Sehingga, momen tersebut dimanfaatkannya dengan mulai mengetikkan data tersebut. Dengan begitu, bebannya tidak terlalu berat.
"Kalau prinsipku sih, selagi masih bisa dikerjakan sekarang, kenapa harus ditunda? Kalau ditunda, pekerjaan nantinya malah menumpuk," imbuh Rere.
Mahasiswa semester enam ini mengaku, tidak memiliki target spesifik dalam mengerjakan TA. Namun, dia sudah mulai membuat jadwal pengerjaan dan waktu bimbingan. Dengan begitu, dia tidak akan menghabiskan banyak waktu untuk menyelesaikannya.
"Jadi yang penting sekarang sih aku ngetik-ngetik yang ada saja dulu supaya bisa cepat ikut sidang pertama dan diwisuda September mendatang," pungkasnya.

Source : Okezone
Plastik Ramah Lingkungan dari Sisik Ikan

Plastik Ramah Lingkungan dari Sisik Ikan

Tim mahasiswa UGM pembuat plastik ramah lingkungan dari limbah sisik ikan. (Foto: dok. UGM)
LENTERA MUDA. Pembatasan penggunaan plastik semakin digencarkan lantaran menimbulkan pencemaran lingkungan. Bahkan, baru-baru terdapat aturan saat berbelanja konsumen yang tidak membawa tas belanjaan sendiri harus membeli kantong plastik dengan harga tertentu.
Terkait hal tersebut, lima mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM), yang terdiri atas Ivone Marselina Nugraha, Cesaria Riza Asyifa, Machlery Agung Pangestu, Palupi Hanggarani, dan Rifani Amanda membuat inovasi plastik ramah lingkungan. Mereka memanfaatkan limbah sisik ikan sebagai bahan bakunya.
Plastik dari sisik ikan ini diklaim mudah terurai secara alami atau biodegradable. Adapun senyawa-senyawa yang dapat digunakan untuk membuat plastik biodegradable adalah pati, selulosa, kitin, kasein, dan kitosan.
"Sisik ikan selama ini belum banyak dimanfaatkan dan dibuang begitu saja. Padahal, dalam limbah sisik ikan terdapat kitin dan kitosan sehingga berpotensi untuk dibuat plastik," ujar Ivone, dilansir dari laman UGM, Rabu (24/2/2015).
Mahasiswa Fakultas Teknik UGM tersebut menjelaskan, menggunakan sisik ikan gurami dan kakap untuk membuat plastik biodegradable. Proses pembuatan plastik, papar dia, dimulai dengan membersihkan limbah sisik kedua jenis ikan tersebut, kemudian menjemurnya. Setelah itu, proses berikutnya adalah pemisahan protein dari kitosan (deproteinasi), lalu demineralisasi untuk memisahkan mineral dari sisik ikan sehingga diperoleh senyawa kitin
"Kitosan selanjutnya dilarutkan ke dalam larutan asam asetat dengan diberi tambahan gliserol. Setelah itu, dioven sehingga diperoleh plastik yang diinginkan. Hasil penelitian menunjukkan limbah sisik ikan kakap dan ikan gurami berpotensi untuk digunakan dalam pembuatan plastik," terangnya.
Ivone menambahkan, ke depan penelitian ini masih perlu dikembangkan kembali. Pasalnya, kitin dan kitosan dari hasil ekstraksi kedua jenis sisik ikan tersebut belum memenuhi standar kitin dan kitosan komersial sehingga plastik yang dihasilkan masih getas dan berwana keruh.
"Kandungan abu dalam kitin masih tinggi. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengurangi kadar abu dari kitin dan kitosan ekstrak sisik ikan, sehingga mendapatkan plastik dengan kualitas yang lebih baik," pungkasnya.

Source : Okezone