Tips Lolos LPDP 2016

Tips Lolos LPDP 2016

Tebuireng Institute. (Foto: ist.)
SIAPA yang tidak kenal LPDP? Beasiswa yang dikeluarkan oleh Kementerian Keuangan RI ini menjadi beasiswa impian banyak orang. Pasalnya, beasiaswa ini membiayai semua kebutuhan mahasiswa, mulai dari pembuatan visa, tempat tinggal, sekolah, hingga tesis ataupun disertasi.
Sayangnya, persyaratan nilai TOEFL yang tinggi menjadi momok terbesar. Menaruh perhatian pada hal ini, salah seorang pemuda Indonesia, Muhammad As'ad mendirikan Tebuireng Institute sebagai sebuah lembaga kursus TOEFL dengan tujuan menjembatani putra-putri Indonesia khususnya di daerah Jawa Timur untuk bisa meraih beasiswa LPDP.
"Program yang kami buka di Tebuireng Institute semuanya gratis. Dan lebih diprioritaskan kepada para santri atau alumni pesantren," tutur alumnus Leiden University Belanda itu.
Sementara itu, Vice Director Tebuireng Institute, Hafis Muaddab yang juga alumnus Suandusit Rajabath University Thailand mengatakan, "Kami memiliki visi sharing knowledge for overseas study. Kami ingin mendorong semua kalangan untuk membudayakan bahasa Inggris dan semangat untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri," tuturnya.
Angkatan pertama dibuka pada Kamis 25 Februari 2016 dengan program TOEFL Prediction Test. Diikuti oleh sekira 40 peserta dari kalangan mahasiswa sekitar Jombang, Jawa Timur. Lembaga yang didirikan pada 22 Oktober 2015 ini secara rutin telah memberikan pembimbingan TOEFL gratis kepada semua kalangan.
Pendirian Tebuireng Institute juga didukung penuh oleh KH Ir Dr Salahuddin Wahid, rektor Universitas Hasyim Asy’ari (UNHASY).
"Lembaga ini dapat berperan dalam peningkatan kualitas SDM, baik di lingkungan pesantren atau di luar pesantren. Banyak pihak belum menyadari pentingnya kemampuan Bahasa asing, khususnya di kalangan pesantren oleh karena itulah peran Tebuireng Institute menjadi penting adanya," tutur tokoh yang akrab disapa Gus Sholah itu.
Tebuireng Institute berlokasi di Desa Tebuireng Gg V Cukir Jombang, Jawa Timur. Informasi lebih lanjut bisa menghubungi Hafis Muaddab 0813-5915-5887.
Tips Membuat Motivation Letter untuk Beasiswa

Tips Membuat Motivation Letter untuk Beasiswa

Foto: Ilustrasi (Shutterstock)
LENTERAMUDA.ID Motivation letter atau statement letter menjadi salah satu syarat umum untuk mengajukan beasiswa, khususnya kuliah ke luar negeri. Tulisan ini sendiri merupakan tulisan singkat yang tak lebih dari satu halaman yang berisi paparan singkat tentang dirimu dan alasan studi.
Mengingat pentingnya motivation letter saat mengajukan beasiswa, berikut ini beberapa tipsnya, dilansir dari buku Jurus Kuliah ke Luar Negeri.
1. Latar belakang pendidikan atau pekerjaan harus saling berkaitan
Latar belakang yang berkaitan memudahkanmu untuk menerima materi perkuliahan dan menjadi ahli di bidang yang ditekuni.
2. Penggunaan tata bahasa
Penting bagi motivation letter untuk menggunakan tata bahasa yang baik dan benar tanpa kesalahan, berikut tulisan juga harus enak dibaca.
3. Pikirkan apa yang menjadi keunikan dan kelebihanmu
Cara ini dugunakan supaya kamu berbeda dengan kandidat lainnya. Misalnya, keaktifanmu di masyarakat, partisipasi dalam kejuaraan nasional, publikasi tulisan di jurnal-jurnal internasional, dan lain sebagainya.
4. Buatlah satu motivation letter untuk satu universitas
Jika kamu berniat untuk mengajukan aplikasi ke beberapa universitas, membuat satu motivation letter dan mengirimkannya ke beberapa universitas bukanlah cara yang tepat.
5. Jika IPK tidak terlalu bagus, sertakan alasan
Kemukakan alasan logis yang dapat diterima oleh penguji. Sertakan juga alasan yang kuat mengapa kamu layak untuk dipilih walaupun nilai IPK-mu tidak begitu menonjol.
6. Cantumkan tujuanmu memilih program tersebut
Tentunya tujuan tersebut bukan sekadar untuk mendapatkan gelar. Kaitkan tujuanmu mendaftar jurusan itu dengan tujuanmu setelah kembali ke Tanah Air. Pastikan tujuan tersebut mulia dan banyak dikehendaki banyak penyedia beasiswa maupun pihak universitas. 
Tips Hilangkan Gugup saat Wawancara Kerja

Tips Hilangkan Gugup saat Wawancara Kerja

Ilustrasi : (Foto: Dok. Okezone)
LENTERAMUDA.ID Saat menjalani sesi wawancara kerja, tidak jarang rasa gugup hadir sampai membuat tidak fokus menjawab pertanyaan pihak HRD. Padahal, sesi wawancara kerja merupakan fase penting dalam meraih perhatian HRD, sehingga tertarik terhadap kita.
Berikut ini cara yang bisa kamu lakukan untuk menghilangkan rasa gugup saat menjalani sesi wawancara kerja.
Datang Lebih Awal
Cobalah datang lebih awal. Dengan datang lebih cepat, kamu bisa mempersiapkan diri lebih matang. Kamu bisa mulai dengan merapikan penampilanmu sampai mengetahui lingkungan kantormu.
Periksa Dokumen
Rasa gugup biasanya hadir karena kita belum siap, nah untuk itu siapkan semua yang perlu kamu bawa dalam sesi wawancara tersebut. Termasuk, sejumlah berkas yang akan kamu bawa saat wawancara berlangsung.
Senyum
Dengan tersenyum, rasa gugup yang kamu rasakan bisa sedikit berkurang. Jangan memasang wajah kaku, tapi sebarkan senyummu kepada orang-orang yang kamu temui di kantor.
Kendalikan Diri
Saat rasa gugup sudah tak terbendung lagi, jangan sampai semua itu menggagalkan kesempatan berharga ini. Pastikan kamu bisa mengendalikan diri supaya kamu bisa menutupi rasa gugup tersebut.
PMB D-IV Teknik Sipil ITS Jalur Hafiz Alquran

PMB D-IV Teknik Sipil ITS Jalur Hafiz Alquran

Ilustrasi Foto: dok. Okezone.
Program Studi Diploma IV (D-IV) Teknik Sipil, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, menerima mahasiswa baru tahun ajaran 2016/2017 dari kalangan hafiz Alquran 30 juz. Meski demikian, mereka tetap harus melalui tes.
"Dalam konteks ini, hafal Alquran 30 juz dapat digunakan sebagai salah satu prestasi untuk penerimaan mahasiswa baru, seperti juga kami menghargai mereka yang berprestasi dalam bidang non-akademik lain," kata Kepala Prodi D-IV Teknik Sipil ITS, Dr Machsus ST MT, seperti dilansir Antara, Rabu (29/6/2016).
Machsus menjelaskan, kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari kebijakan Rektor ITS yang telah membuka kesempatan masuk ITS bagi hafiz dan hafizah Alquran 30 juz yang sudah dilakukan melalui jalur SNMPTN dan SBMPTN.
"Namun, calon mahasiswa baru yang hafal Alquran 30 juz itu tetap harus mengikuti jalur penerimaan yang resmi (tes) dengan syarat tambahan melampirkan sertifikat resmi hafiz 30 juz tersebut," katanya.
Menurut dia, sertifikat itulah yang nantinya akan menjadi pertimbangan tersendiri bagi Prodi D-IV Teknik Sipil untuk bisa menerima hafiz tersebut sebagai mahasiswa baru.
Prodi D-IV Teknik Sipil merupakan "pintu lain" bagi calon mahasiswa yang gagal masuk ITS melalui jalur SNMPTN dan SBMPTN. Pendaftarannya dilakukan secara daring/online melalui website ITS di http://smits.its.ac.id pada tanggal 9 Juni-20 Juli 2016.
Terkait biaya kuliah yang juga menggunakan Uang Kuliah Tunggal (UKT) untuk program ini tetap normal, sama dengan mahasiswa dari program regular lainnya.
"Tidak ada UKT khusus bagi hafiz Alquran 30 juz ini. Jadi, prinsipnya tetap akan dievaluasi kemampuan orangtuanya masing-masing supaya berkeadilan dalam menggunakan UKT," katanya.
Artinya, bagi yang mampu tetap harus membayar UKT yang besarnya proporsional terhadap penghasilan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sebelumnya, Rektor ITS Prof Joni Hermana dikabarkan menerima hafidz Alquran 30 Juz tanpa tes dan gratis untuk masuk ITS. Namun berita yang beredar secara viral melalui media sosial dan grup-grup WhatsApp itu dibantah.
"Wah, kayaknya wartawannya salah memahami. Kalau saya akan menerima mahasiswa baru yang hafal Alquran 30 juz memang benar adanya, tapi kalau tanpa tes dan gratis itu tidak benar, apalagi saya yang menguji sendiri secara langsung. Itu tidak benar," kata Rektor ITS Prof Joni Hermana dalam Buka Bareng Kantin ITS, 23 Juni.
Menurut dia, hafiz Alquran adalah suatu prestasi calon mahasiswa yang harus dihargai, bahkan setara dengan mereka-mereka yang jadi juara dalam bidang-bidang tertentu, baik akademik maupun nonakademik. Selama ini, berbagai prestasi tersebut digunakan sebagai dasar pertimbangan penerimaan mahasiswa baru.
"Saya juga tidak mengujinya secara langsung, tapi syaratnya cukup yang bersangkutan melampirkan sertifikat resmi hafiz Alquran 30 juz itu. Selain itu, mereka juga tetap harus tes melalui jalur SNMPTN dan SBMPTN. Juga, mereka tidak kuliah gratis, melainkan sesuai prinsip UKT yang berkeadilan, termasuk lewat Bidikmisi dan tidak bayar bila memang miskin," katanya.
Joni menambahkan, jika ada calon mahasiswa lain yang hafal penuh kitab suci non-Quran juga akan dipertimbangkan juga dengan perlakuan yang sama. "Saya yakin ini fair sebagai pengejawantahan dari sila pertama Pancasila," katanya.
Tak Ada Jual Beli Kursi PTN

Tak Ada Jual Beli Kursi PTN

Foto: Ilustrasi (Shutterstock)
LENTERAMUDA.ID Bagi orang Indonesia, diterima kuliah di perguruan tinggi negeri (PTN) masih merupakan suatu hal yang dianggap prestise dan membanggakan. Alhasil, para siswa termasuk orangtuanya berlomba-lomba ingin meraih bangku di PTN. Pada Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2016 saja pendaftar mencapai 721.327 orang, sedangkan yang lolos hanya 126.804 orang atau sekira 17 persen.
Ketatnya masuk PTN membuat sejumlah oknum menghalalkan cara untuk dapat diterima di kampus impian, dari mulai praktik perjokian hingga titip-menitip kursi. Namun, menurut Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti), Intan Ahmad, saat ini semua ditentukan oleh nilai dan prestasi akademis setiap calon mahasiswa baru.
"Masalahnya orang mulai sadar kalau mau diterima di PTN, maka nilai yang menentukan. Apalagi model SNMPTN atau SBMPTN sama-sama tahu kami nilainya," ujarnya kepada Okezone dalam media gathering di Kemristekdikti, Jakarta, belum lama ini.
Intan mengungkapkan, penerimaan mahasiswa baru merupakan salah satu otonomi kampus sehingga yang menentukan adalah rektor masing-masing. Oleh sebab itu, diadakan seleksi supaya PTN dapat memperoleh calon mahasiswa baru yang memang layak secara akademis.
"Ini otonomi untuk menerima. Tetapi saat SNMPTN dan SBMPTN itu semua panitia tahu sama tahu nilai siswa. Sehingga, tidak mungkin bisa diangkat mereka yang nilainya di bawah menjadi ke atas," tuturnya.
Hingga saat ini, Intan mengaku belum mendapat laporan terkait titip-menitip bangku apalagi sampai harus mengeluarkan sejumlah uang untuk 'membeli' kursi di PTN. Dia juga berharap hal tersebut tidak terjadi, meskipun rektor punya kewenangan.
"Kalau nilainya jelas dan semua tahu, saya rasa yang mau titip itu juga malu. Sehingga kami harap jangan sampai terjadi. Mahasiswa baru harus lulus karena passing grade dan nilai," terangnya.
Penentuan nilai sebagai syarat masuk PTN, imbuh Intan, juga diharapkan menjadi dasar pada pelaksanaan ujian mandiri di masing-masing kampus negeri. Sebab, kampus yang melaksanakan ujian mandiri juga mencari calon lulusan yang baik sehingga proses seleksinya juga harus berdasar kemampuan calon mahasiswa baru.
"Ujian mandiri pengawasan di universitas masing-masing. Saya rasa kampus yang menyelenggarakan ujian mandiri juga tidak mau menerima mahasiswa yang pada akhirnya tidak bisa mengikuti pelajaran atau sampai drop out. Mereka ingin mencetak lulusan terbaik sehingga harus menyeleksi dengan baik," tandasnya.
Berdasarkan pengalaman seorang ibu berinisial B, pada 2013 silam dia pernah mendapat tawaran masuk PTN bagi putri sulungnya. Jalur ‘pintu belakang’ itu dicetuskan seorang satu dosen di sebuah kampus negeri ternama di panitia lokal Jakarta. Tak tanggung-tanggung, B diminta untuk membayar Rp500 juta untuk satu kursi di kampus tersebut. Beruntung, dia mau menolak dan anaknya pun berhasil lolos di salah satu universitas negeri di Jawa Tengah melalui jalur SBMPTN.